kuliah umum creative thinking, 8 mei 2015
pembicara : Jay Wijayanto
dalam perkuliahan creative thinking hari ini agak berbeda. di minggu-minggu sebelumnya, kelas ini di tangani oleh dosen tetap pak donny, namun khusus hari ini, UNTAR mengundang salah seorang kreatif yang bernama Jay Wijayanto sebagai pembicara di kuliah umum ini.
pak Jay dipercaya untuk share tentang pengalaman- pengalamannya di bidang kreatif. hal ini untuk memberikan gambaran kepada mahasiswa/i untar supaya lebih mengenal dunia pekerjaan yang berhubungan dengan fikom.
kuliah ini berlangsung tanggal 8 mei 2015, di gedung utama UNTAR lt 11 ruang 1106b. sebelum memulai kelas, pak jay mengajak mahasiswa/i untar untuk menyanyikan lagu " INDONESIA PUSAKA". katanya sebelum melakukan sesuatu, menyanyi harus dilakukan dulu karena dapat menetralkan suasana dan perasaan apapun. unik yah ^.^
Jay Wijayanto adalah konduktor paduan suara, ahli pelatihan
suara, aktor film, desainer batik, penulis, fasilitator pengembangan
organisasi dan pemberdayaan masyarakat, pengembang kuliner Nusantara.
dalam kuliah nya , dia mengenalkan kepada kita apa itu kreatif, muncul dari mana ide kreatif itu dan bagaimana mengembangkan ide itu dan menerapkannya. dalam slide presentasi pak jay, ada satu slide yang benar-benar menarik perhatianku.
ini slidenya :
di dalam slide ini menjelaskan mengapa ASIANS kalah kreatif dibanding WESTERNERS.
terlihat sangat jelas perbandingannya antara asia dan barat. orang asia cenderung memandang jumlah dan materi dibandingkan passion dan cara. hal inilah yang membuat asia kalah kreatif dibanding western.
asian juga cenderung lebih pesimis untuk bertanya, karena adanya celetukan dari teman" nya yang menganggap jika bertanya terus adalah orang bodoh. padahal ada pepatah yang mengatakan "Malu Bertanya Sesat di Jalan".
kuliah umum ini sangat menarik dan tidak membosankan sama sekali. Pak Jay tahu bagaimana membawa para mahasiswa untuk ikut dan aktif dalam perkuliahan ini. cara dia menyampaikan materi juga tidak membosankan, justru lucu.
Saran untuk ASIANS yaitu jangan pernah malu bertanya apapun karena awal dari Maju adalah MAU bertanya bukan MALU. tapi bukan berarti malu-maluin yahh...
Thursday, May 14, 2015
Monday, March 23, 2015
Tugas perkuliahan 20 maret 2015
Pertemuan ke 5 Creative Thinking FIKom Untar
di pertemuan ke5 ini, topik yang diberikan adalah
di pertemuan ke5 ini, topik yang diberikan adalah
Revolusi Sistem Pendidikan, Kecerdasan Majemuk
Presentator pada kelas Creative Thinking Jumat ini(20/3/15)
menyuguhkan sebuah bahasan menarik mengenai kecerdasan majemuk. hal ini berkaitan dengan klasifikasi Howard Gardner mengenai 8 jenis kecerdasan.
dulu diceritakan bagaimana para elit politik berusaha menyusun hierarki
kecerdasan untuk kepentingan industrialis. Akibatnya, hampir semua sekolah dan
para orangtua mengenyampingkan jenis-jenis kecerdasan yang lebih artistik dan
terperangkap dalam hierarki kecerdasan ini. Nilai-nilai pada mapel(mata
pelajaran) utama seperti matematika dan fisika menjadi tolak ukur utama. Perlu
diakui bahwa pendidikan dasar di segala bidang memang penting untuk siswa tapi arahan sistem yang memprioritaskan
mata pelajaran eksakta sebagai tolak ukur suatu kecerdasan itu tidak bisa dianggap benar. Terkait hal ini, tentunya anda semua pernah mendengar salah satu kata bijak dari albert einstein :
akibat dari hierarki kecerdasan ini, setiap orang memiliki pandangan bahwa pelajaran eksakta adalah mata pelajaran prioritas dimana tingkat kecerdasan diukur dari situ. akibatnya orang tua dan sekolah menekan para siswanya untuk ahli dibidang eksakta, dan menyampingkan kecerdasan "artistik" dan "sosial". sehingga tidak heran anak SD - SMA banyak yang stress karena tekanan ini. otak mereka dipaksa untuk terbiasa dengan eksakta, padahal passion mereka lebih ke art atau sosial, hal ini membuat kecerdasan anak atau kreatifitas anak menjadi di tekan dan akan hilang seiring berjalannya waktu.
menurut pendapat saya, seharusnya sistem pendidikan di indonesia tidak menilai tingkat kecerdasan dari nilai eksakta saja, tapi harus berimbang antara eksakta dan sosial / otak kiri dan kanan. seharusnya kecerdasan majemuk lebih dihargai dan nilai pendidikan tidak dibuat kaku dengan
terpaku pada mata pelajaran eksakta saja.
seharusnya semua orang menghargai kecerdasan majemuk yang pastinya berbeda di setiap orang, sama seperti kreatifitas orang pasti berbeda antara yang satu dengan yang lain. dengan demikian, seharusnya siswa lebih diberi ruang untuk berkreasi sesuai kreatifitas atau passion mereka, tidak lagi dikekang untuk selalu terpaku pada pendidikan eksakta, karena kreatifitas adalah salah satu bekal dia di masa depan untuk dapat hidup di dunia masyarakat yang luas ini.
Thursday, March 19, 2015
tugas perkuliahan 13 maret 2015
Pertemuan ke 4 Creative Thinking FIKom Untar
di pertemuan ke4 ini, topik yang diberikan adalah
tetapi jangan jadikan keterbatasan kita menghambat dan mematikan kreatifitas kita. Dengan memaksimalkan apa yang ada di sekitar kita, kita pasti dapat menghasilkan suatu kreatifitas dengan optimal. Ketika suatu karya dihasilkan pastinya muncul kritik-kritik dari orang, terkadang kritik itu membuat kita down dan kecewa, tapi kita jangan memasukkan ke dalam hati, anggap saja setiap kritikan itu adalah kritik yang membangun kita sehingga kita jadi termotivasi untuk membuat karya kreatifitas yang lebih kreatif, fenomenal dan bagus lagi.
di pertemuan ke4 ini, topik yang diberikan adalah
Berkreasi di tengah keterbatasan dan hambatan dalam berkreatifitas
banyak orang mengira bahwa orang kreatif itu memiliki kerjaan yang mudah. kenapa begitu? hal itu terjadi karena orang awam tidak tahu dan tidak memahami kesulitan dibalik proses kreatif itu sendiri. hal inilah yang membuat orang mengira bahwa pekerjaan orang kreatif adalah hal yang mudah.
saya akan memberikan sedikit review tentang topik yang di bahas di kelas ini.
menurut kelompok presentator proses
kreativitas lahir dari sebuah proses mengamati, menaganalisis, inkubasi,
dan proses penciptaan itu sendiri. Setiap tahapan proses pastinya
mempunyai tantangannya sendiri, termasuk dalam menghasilkan karya
kreatif.
didalam sebuah proses kreatif ,orang orang pasti menghadapi yang namanya hambatan dalam berkreatifitas.
hambatan maupun keterbatasan yang ditemukan pasti bermacam-macam, mulai dari fisik, mental dan psikologis ,terkadang keadaan pun bisa menjadi hambatan itu sendiri.
tetapi jangan jadikan keterbatasan kita menghambat dan mematikan kreatifitas kita. Dengan memaksimalkan apa yang ada di sekitar kita, kita pasti dapat menghasilkan suatu kreatifitas dengan optimal. Ketika suatu karya dihasilkan pastinya muncul kritik-kritik dari orang, terkadang kritik itu membuat kita down dan kecewa, tapi kita jangan memasukkan ke dalam hati, anggap saja setiap kritikan itu adalah kritik yang membangun kita sehingga kita jadi termotivasi untuk membuat karya kreatifitas yang lebih kreatif, fenomenal dan bagus lagi.
Terlepas
dari hambatan apapun, jangan pernah membendung kreativitas! Berkreasi di
tengah keterbatasan bukan hal yang tidak mungkin! Kita tidak akan
pernah tahu seberapa besar kreativitas kecil kita mampu mengubah dunia.
kesimpulan saya, kreatifitas orang itu pasti berbeda-beda dan tak ada batasnya. jangan jadikan hambatan dan keterbatasan sebagai alasan untuk mematikan kreatifitas kita. sebagai orang kreatif alangkah baiknya kita melebarkan sayap kita ke arah yang lebih menantang atau bisa dibilang kita keluar dari "comfort zone" kita. dengan melakukan hal ini tentunya kita akan lebih banyak mendapat pengalaman baru, ide baru dan tentunya kreatifitas kita pasti akan bertambah.
Thursday, March 12, 2015
tugas perkuliahan 6 maret 2015
Pertemuan ke 3 Creative Thinking FIKom Untar
di pertemuan ke3 ini, topik yang diberikan adalah sejarah perkembangan kreatifitas di indonesia.
saya merupakan salah satu anggota kelompok yang mempresentasikan mengenai sejarah perkembangan ini. tanggapan saya mengenai materi ini adalah saya jadi tahu apa dasar-dasar yang melahirkan kreatifitas di indonesia. meskipun saya tidak suka sejarah, thanks to this class, saya jadi tahu bagaimana awal lahirnya kreatifitas itu.
ada beberapa hal yang melahirkan kreatifitas di indonesia. hal paling utama adalah bencana alam. tentunya negara indonesia yang terletak di daerah khatulistiwa ini pasti rawan dengan bencana, mulai dari banjir, gempa bumi, topan, gunung meletus, tsunami dan sebagainya. karena manusia di jaman dulu pernah mengealami bencana ini, tentunya mereka ingin meminimalisasi dampak yang dihasilkan oleh bencana itu. manusia mulai menggunakan otaknya dan membuat ide-ide itu ke dalam bentuk nyata, telihat dari pembuatan rumah panggung, rumah ini dibuat dan dianggap sebagai rumah anti banjir ataupun gempa. lalu karena dulu saat bencana, banyak korban yang luka parah ,maka mereka mulai mencari rumbuh-tumbuhan yang bisa dijadikan obat contohnya jamu. jamu dan rumah panggung ini adalah bukti nyata kreatifitas manusia yang didasari karena bencana alam.
perdebatan di kelas yaitu: setiap orang dan negara punya hasil kreatifitas masing-masing, lalu apabila hasil itu direbut dan di klaim sebagai milik org lain bagaiman? contoh saja, ada lagu indonesia yang diambil oleh malaysia, ataupun ada alat musik yang juga diklaim oleh malaysia sebagai milik mereka, apakah sebagai orang indonesia anda marah?
jawab: saya tidak bisa menjawab itu dengan pasti, tapi seperti yang sudah dijawab oleh dosen saya dikelas, kreatifitas yang di klaim oleh negara lain itu apakah memang asli punya indnesia? terkadang hal-hal itu ada baiknya juga, di indonesia, budaya yang diakui sebagai milik indonesia sudah agak ditinggalkan, lihat saja apakah masih banyak orang yang menggunakan alat musik tradisional seperti angklung? jawabannya tidak, budaya budaya lama seperti itu sudah hampir ditinggalkan . jadi apabila ada orang lain yang mau menghidupkan kembali budaya itu,bukankah itu hal yang baik? jadi budaya itu tidak hilang. tentu sebnenarnya mengakui yang bukan hak milik adalah salah, tapi membudidayakan budaya yang hampir hilang itu tidak salah. jawaban ini tentu menghasilkan pro dan kontra, jawaban ini dihasilkan setelah berbagai pemikiran dan analisa dari sejarah perkembangan kreatifitas.
sebagai anggota kelompok satu,tadi ada beberapa masukan untuk kelompok saya untuk menambahkan contoh contoh dan memperlengkap apa yang dijelaskan, apabila ada kesempatan lain untuk presentasi ,saya akan mencoba untuk memperbaiki kekurangan tadi. terimakasih ^^
Friday, March 6, 2015
tugas perkuliahan 27 februari 2015
Pertemuan ke2 kelas creative thinking FIKom Untar
Ada beberapa hal yang menjadi topik dalam pertemuan ke2 (27 februari 2015) yaitu : kelas kreatif, ekonomi kreatif dan industri kreatif.
Kelas kreatif adalah orang-orang yang dapat menyelesaikan masalah mereka bukan semata-mata hanya dari teknologi maupun budaya tapi memanfaatkan ide dan pengetahuan mereka masing-masing.
Ekonomi kreatif merupakan lanjutan dari perekonomian industri yang berbasis bahan mentah.
ekonomi kreatif juga merupakan sebuah konsep di era ekonomi baru dimana dalam era ini informasi dan kreativitas sangat di intensifkan dengan mengandalkan ide dan pengetahuan dari manusia.
Salah satu tokoh nya adalah John Howkins, howkins mendefinisikan ekonomi kreatif sebagai the creation of value as a result of idea , hal ini menjelaskan ekonomi kreatif sebagai "kegiatan masyarakat dimana mereka menghabiskan sebagian besar waktunya untuk menghasilkan ide, tidak hanya melakukan hal-hal yang rutin dan berulang. Karena bagi masyarakat ini, menghasilkan ide merupakan hal yang harus dilakukan untuk kemajuan.
Industri Kreatif dapat diartikan sebagai berbagai aktivitas ekonomi yang berhubungan dengan penggunaan pengetahuan dan informasi. industri kreatif terdiri dari berbagai industri yang ada hubungannya dengan kegiatan pengeksploitasian ide dan pengetahuan menjadi nilai ekonomi tinggi yang dapat menciptakan kesejahteraan dan lapangan pekerjaan.
singkatnya industri kreatif adalah proses produksi, distribusi yang mengandalkan pada kreativitas
jadi secara garis besar, kelas kreatif, ekonomi kreatif dan industri kreatif ini saing berhubungan.
ketiganya memaparkan mengenai pengeksploitasian ide dan pengetahuan induvidu-individu untuk menyelesaikan masalah, dan untuk kesejahteraan. hal ini tidak hanya dengan teknologi saja, namun juga dari ide pikir manusia itu sendiri. karena kekreatifitas manusia itulah teknologi muncul, dan terciptanya lapangan pekerjaan.
Ada beberapa hal yang menjadi topik dalam pertemuan ke2 (27 februari 2015) yaitu : kelas kreatif, ekonomi kreatif dan industri kreatif.
Kelas kreatif adalah orang-orang yang dapat menyelesaikan masalah mereka bukan semata-mata hanya dari teknologi maupun budaya tapi memanfaatkan ide dan pengetahuan mereka masing-masing.
Ekonomi kreatif merupakan lanjutan dari perekonomian industri yang berbasis bahan mentah.
ekonomi kreatif juga merupakan sebuah konsep di era ekonomi baru dimana dalam era ini informasi dan kreativitas sangat di intensifkan dengan mengandalkan ide dan pengetahuan dari manusia.
Salah satu tokoh nya adalah John Howkins, howkins mendefinisikan ekonomi kreatif sebagai the creation of value as a result of idea , hal ini menjelaskan ekonomi kreatif sebagai "kegiatan masyarakat dimana mereka menghabiskan sebagian besar waktunya untuk menghasilkan ide, tidak hanya melakukan hal-hal yang rutin dan berulang. Karena bagi masyarakat ini, menghasilkan ide merupakan hal yang harus dilakukan untuk kemajuan.
Industri Kreatif dapat diartikan sebagai berbagai aktivitas ekonomi yang berhubungan dengan penggunaan pengetahuan dan informasi. industri kreatif terdiri dari berbagai industri yang ada hubungannya dengan kegiatan pengeksploitasian ide dan pengetahuan menjadi nilai ekonomi tinggi yang dapat menciptakan kesejahteraan dan lapangan pekerjaan.
singkatnya industri kreatif adalah proses produksi, distribusi yang mengandalkan pada kreativitas
jadi secara garis besar, kelas kreatif, ekonomi kreatif dan industri kreatif ini saing berhubungan.
ketiganya memaparkan mengenai pengeksploitasian ide dan pengetahuan induvidu-individu untuk menyelesaikan masalah, dan untuk kesejahteraan. hal ini tidak hanya dengan teknologi saja, namun juga dari ide pikir manusia itu sendiri. karena kekreatifitas manusia itulah teknologi muncul, dan terciptanya lapangan pekerjaan.
tugas perkuliahan 20 februari 2015
hari ini adalah pertemuan pertama atau awal perkuliahan creative thinking.
dalam kelas ini, diberikan materi mengenai kreativitas.
jadi apa itu kreativitas? tentunya kreativitas itu sendiri memiliki banyak arti, tergantung bagaimana setiap manusia merumuskan kata itu. ada yang bilang bahwa kreatifitas itu adalah kemampuan seseorang untuk menciptakan, membuat sesuatu karya seni.
ada juga yang bilang bahwa kreativitas adalah hasil dari pemikiran dan ide setiap individu yang dituangkan dalam bentuk hasil intelektual. dan masih banyak lagi.
pengertian kreatifitas menurut beberapa tokoh ,antara lain :
Creativity is intellegence having fun. ~Einstein
Creativity is just connecting things. ~Steve Jobs
Creativity is more than just being different. Anybody can plan weird; that's easy. What's hard is to be as simple as Bach. Making the simple, awesomely simple, that's creativity. ~Charles Mingus
dilihat dari pengertian diatas, bisa disimpulkan bahwa kreatifitas itu adalah hasil pemikiran atau ide dari setiap individu. setiap orang bisa berpikir mulai dari yang rasional hinggal irrasional atau aneh. hasil pemikiran itu juga bisa disebut sebagai kreatifitas. dengan hal ini, berarti setiap orang bisa disebut sebagai kreatif.
ada 2 anggapan mengenai orang kreatif:
1. bahwa orang kreatif itu dilahirkan bukan proses belajar.
2. bahwa orang kreatif itu bukan dilahirkan tapi kreatif itu merupakan proses belajar, jadi semua orang itu kreatif.
menurut saya sendiri, saya lebih prefer ke anggapan yang kedua. manusia kreatif tidak dilahirkan tapi kreatif adalah proses belajar. mungkin ada orang yang dilahikan kreatif ataupun jenius, namun apabila kreatifitas itu tidak diasah, maka kreatifitas yang sejak lahir adapun tidak bisa digunakan, sebaliknya apabila orang biasa saja tapi pemikiran ataupun otaknya diasah terus ,maka tingkat kreativitasnya akan terus bertambah bahkan bisa melewati kreativits orang yang dilahirkan secara kreatif.
jadi, kalo menurut anda bagaimana? apakah anda setuju dengan anggapan pertama atau kedua?
dalam kelas ini, diberikan materi mengenai kreativitas.
jadi apa itu kreativitas? tentunya kreativitas itu sendiri memiliki banyak arti, tergantung bagaimana setiap manusia merumuskan kata itu. ada yang bilang bahwa kreatifitas itu adalah kemampuan seseorang untuk menciptakan, membuat sesuatu karya seni.
ada juga yang bilang bahwa kreativitas adalah hasil dari pemikiran dan ide setiap individu yang dituangkan dalam bentuk hasil intelektual. dan masih banyak lagi.
pengertian kreatifitas menurut beberapa tokoh ,antara lain :
Creativity is intellegence having fun. ~Einstein
Creativity is just connecting things. ~Steve Jobs
Creativity is more than just being different. Anybody can plan weird; that's easy. What's hard is to be as simple as Bach. Making the simple, awesomely simple, that's creativity. ~Charles Mingus
dilihat dari pengertian diatas, bisa disimpulkan bahwa kreatifitas itu adalah hasil pemikiran atau ide dari setiap individu. setiap orang bisa berpikir mulai dari yang rasional hinggal irrasional atau aneh. hasil pemikiran itu juga bisa disebut sebagai kreatifitas. dengan hal ini, berarti setiap orang bisa disebut sebagai kreatif.
ada 2 anggapan mengenai orang kreatif:
1. bahwa orang kreatif itu dilahirkan bukan proses belajar.
2. bahwa orang kreatif itu bukan dilahirkan tapi kreatif itu merupakan proses belajar, jadi semua orang itu kreatif.
menurut saya sendiri, saya lebih prefer ke anggapan yang kedua. manusia kreatif tidak dilahirkan tapi kreatif adalah proses belajar. mungkin ada orang yang dilahikan kreatif ataupun jenius, namun apabila kreatifitas itu tidak diasah, maka kreatifitas yang sejak lahir adapun tidak bisa digunakan, sebaliknya apabila orang biasa saja tapi pemikiran ataupun otaknya diasah terus ,maka tingkat kreativitasnya akan terus bertambah bahkan bisa melewati kreativits orang yang dilahirkan secara kreatif.
jadi, kalo menurut anda bagaimana? apakah anda setuju dengan anggapan pertama atau kedua?
Subscribe to:
Posts (Atom)


